SELAMAT DATANG
Ini adalah Blog Dojang Taekwondo Wijaya Kusuma yang merupakan Unit latihan Taekwondo di bawah naungan CLub International Taekwondo Academy (ITA) berhaluan World Taekwondo Federation (WTF) Kukkiwon Korea Selatan dan berinduk pada PB TI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia). Dojang TKD Wijaya Kusuma terletak di Perumahan Citra Indah Cluster TNI AL Bukit Wijaya Kusuma Jonggol. Blog ini sengaja kami buat dengan tujuan sebagai media komunikasi & interaktif bagi seluruh pengurus dan anggota Dojang Takewondo Wijaya Kusuma serta komunitas Seni Bela Diri Taekwondo sekaligus sebagai arsip kegiatan Dojang Wijaya Kusuma. Blog ini berisikan tentang rangkuman materi Taekwondo yang diberikan pada saat latihan dan materi yang diadopsi dari berbagai situs web maupun blog yang ada di Internet dengan tujuan sebagai penyeragaman teknik serta turut memajukan dan mengembangkan TAEKWONDO Indonesia. Kami terbuka bagi kritik, saran & masukan yang membangun untuk seluruh komunitas bela diri Taekwondo demi kemajuan di masa yang akan datang. Semoga Blog ini dapat bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Taekwondo Indonesia. Bravo Taekwondo

Minggu, 31 Maret 2013

LATIHAN GABUNGAN & UJIAN KENAIKAN TINGKAT (UKT) KE - 3 CLUB INTERNATIONAL TAEKWONDO ACADEMY (ITA) DOJANG WIJAYA KUSUMA


 Minggu tanggal 31 Maret 2013  Dojang Taekwondo Wijaya Kusuma melaksanakan kegiatan latihan gabungan di GOR POPKI Cibubur yang diikuti oleh 50 Taekwondoin Dojang Wijaya Kusuma dan 70 Taekwondoin Dojang POPKI Cibubur yang tergabung dalam Club International Taekwondo Academy (ITA).  Pada kesempatan latihan gabungan ini  Dojang TKD Wijaya Kusuma melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) ke-3  dan bertindak langsung selaku Penguji adalah Sabeum Nim Yefi Triaji dan Sabeum Nim Yudhi dari Club ITA.   Acara berjalan sukses dan lancar Terima Kasih Sabeum.














































 …Atlet besar adalah Atlet  yang memahami Dinamika dan Perkembangan olahraga yang ditekuninya secara positif…”
(Dewan Guru dan Pendiri Taekwondo Indonesia, Master Sukanda)
Sepenggal pernyataan di atas disampaikan oleh Dewan Guru Taekwondo Indonesia, Master Sukanda, ketika berkunjung ke Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Gedung POPKI Cibubur (4/3/13). Baginya, pengetahuan atlet tentang seluk beluk perkembangan dan sejarah taekwondo Indonesia, merupakan salah satu modal dasar untuk menjadi olahragawan profesional. Ia menekankan agar setiap atlet melek informasi sehingga bisa beradaptasi dengan dinamika olahraga yang terus berkembang setiap harinya.
Melihat lebih dekat suasana latihan, Master Sukanda mengaku bangga dengan semangat yang ditunjukkan oleh para atlet Pelatnas. Menurutnya, para atlet muda ini berpotensi untuk mengukir prestasi gemilang di masa yang akan datang. Bukan hanya prestasi di level domestik ataupun regional, melainkan tingkatan yang lebih prestisius yaitu menjuarai kompetisi-kompetisi bertaraf dunia.
Tokoh berusia 74 tahun ini optimis bahwa perkembangan taekwondo Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Baginya, salah satu faktor keberhasilan seorang atlet adalah kemampuannya mengoptimalkan persiapan dan memanfaatkan segala fasilitas yang tersedia. Tantangan taekwondoin di era sekarang, menurutnya, jauh berbeda dengan atlet-atlet pada masanya beberapa dekade silam. Dengan sarana dan perangkat pendukung yang memadai, atlet semakin dimudahkan. Meskipun harus diakui, persaingan taekwondo saat ini jauh lebih kompetitif.
Sebelum memberikan nasehat, kunjungan yang difasilitasi oleh Pemimpin Redaksi Tabloid Taekwondo Indonesia News (TIN) Andi Trinanda ini, Master Sukanda yang didampingi oleh Ketua Komisi Pertandingan PBTI, Yefi Triaji dan pelatih nasional Bambang Widjanarko sempat melihat dan mengamati para atlet pelatnas yang tengah serius latihan. Seperti diketahui, Yefi Triaji merupakan salah seorang anak didik Master Sukanda yang pernah menjadi atlet nasional dan mengharumkan nama bangsa dan negara di event-event Internasional beberapa tahun silam.
Tak pelak kunjungan Master Sukanda kali ini sarat dengan nostalgia, apalagi beliau juga pernah beberapa periode duduk di kepengurusan PBTI. Mengenai sejarah panjang taekwondo Indonesia, Master Sukanda menekankan agar generasi muda khususnya atlet-atlet Pelatnas, agar mempelajarinya lebih dalam. Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan kecintaan terhadap perkembangan taekwondo nasional, yang dulu bersama 13 orang dewan guru lainnya pernah ia rintis dan membangunnya dengan penuh pengorbanan, hingga Taekwondo Indonesia saat ini berkembang pesat dan mendunia.
Berbekal pemahaman akan sejarah itulah, akan tumbuh semangat nasionalisme di benak seluruh atlet muda. Nasionalisme ini, tuturnya, akan mempengaruhi mental bertanding ketika para atlet berlaga di event-event besar dunia. Berhadapan dengan atlet-atlet mancanegara, kecintaan terhadap Tanah Air dapat memotivasi taekwondoin nasional untuk lebih gigih dan berjuang sepenuh hati.
Hal ini diamini oleh Komandan Pelatnas, Airlangga, di sela-sela pertemuannya dengan Master Sukanda. Menurutnya, nasionalisme yang dipupuk sejak dini dapat membentuk karakter atlet untuk berlatih lebih keras demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran Master Sukanda sebagai salah satu pelopor taekwondo Indonesia. Para atlet diharapkan semakin termotivasi dan dapat mewarisi kegigihan para pendahulunya, untuk memberikan dedikasi terbaiknya bagi kemajuan taekwondo nasional. (Sumber : Tabloid Taekwondo Indonesia News, Edisi 4, April 2013).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar